Bertemu Pamenang, Samsu, dan Pak Warso di Solo. Bagian 2.

suwarsonoBertemu dengan Pamenang dan Pak Warso

Hari kedua di Solo aku janjian ketemu dengan Pamenang. Hari ini Pamenang masuk kerja mulai jam 6 pagi sampai jam 6 malam. Aku tetap sabar menunggu Pamenang datang, meskipun rencananya kami mau kembali ke Magelang malam ini juga. Jam 6 lebih, belum ada kabar juga dari Pamenang. Aku mulai tidak sabar, kami mulai menimbang-nimbang apakah kami mau langsung pulang aja. Tetapi karena aku sudah sangat rindu (cie…) dengan mahluk satu ini, aku tetap sabar menanti kedatangan Pamenang.

pamenang01
Di raut wajahnya tampak kelelahan setelah 12 jam kerja, plus Royan anakku yang sudah capek juga menunggu Om Pamenang. (catatan: Pamenang pernah aku titipi anak-anak ketika ke Bogor, jadi Royan sudah sudah kenal dengan Pamenang)

Akhirnya sekitar jam 9 malam Pamenang sadang juga. Raut wajahnya tampak sekali kelelahan setelah 12 jam kerja di bandara. Mungkin Pamenang capek juga, tetapi karena sudah janji mau datang ke Mojosongo, capek-capek tetap datang. Rumah Pamenang tidak begitu jauh dari Mojosongo, katanya dekat terminal bis Tirtonadi Solo. Awalnya Pamenang mau datang bareng dengan Pak Warso (Suwarsono). Berhubung Pak Warso sedang kurang enak badan, akhirnya Pamenang datang ke Mojosongo sendiri.

Pamenang datang dengan disambut oleh Royan dan Abim yang memang sudah kenal. Ketika Pamenang mampir ke rumahku ke Bogor, Pamenang sempat aku titipi anak-anak. Waktu itu Pamenang nginap satu malam. Rupanya pertemuan singkat itu cukup berkesan bagi Royan dan Abim. Apalagi Abim, Royan, dan Om Pamenang sempat main ‘dinosaurus’ dan baca buku cerita sebelum tidur.

Pamenang datang sendiri tanpa didampingi sang istri. Padahal aku pingin banget kenalan dengan istrinya, karena waktu menikah aku tidak sempat datang. Katanya sang istri sedang pulang kampung ke Purwokerto. Mungkin di lain waktu bisa ketemu lagi dengan Pamenang sekeluarga.

pamenang02
Kami kemudian ngobrol sebentar di ruang tengah. Pamenang bercerita kalau dia sering janjian dengan Pak Warso di angkringan sego kucing mojosongo dan rumah Pak Warso tidak jauh dari sini. Singkat cerita aku dan Pamenang segera meluncur ke rumah Pak Warso, menengoknya yang sedang kurang enak badan.

Rumah Pak Warso berjarak sekitar 1 dari rumah kakakku di Mojosongo. Jaraknya tidak begitu jauh, tetapi karena sudah larut malam dan gelap jadi perasaan agak lama juga baru sampai rumah Pak Warso. Perumahan Pak Warso masuk ke wilayah Karanganyar.
Pak Warso mempersunting Ummi (Fabio 94) dan sudah dikaruniai satu anak laki-laki yang masih duduk di TK. Pak Warso sekarang kerja di sebuah Biro Tenaga Kerja, tapi bukan calo tenaga kerja lho…. Pak Warso terlihat gemuk dan makmur, lihat saja pipinya.

pamenang_isroi_warso
Kami pun ngobrol ngalor-ngidul. Ini pertemuan aku dengan Pak Warso sejak lulus tahun 1999 dulu, jadi sudah 10 tahun juga tidak ketemu. Kami cerita pengalaman kita masing-masing sejak lulus sampai saat ini. Sebenarnya kami ingin ngobrol lebih lama, tetapi karena sudah cukup larut malam dan mungkin aku akan pulang malam ini, kami cuma ngobrol sebentar saja.

Oh..ya, ketika berangkat ke Purwokerto aku sempat mampir ke rumahnya Memet (Muhamat) di Kutoarjo. Sementara ini Memet tinggal di rumah mertuanya di Kutoarjo. Lokasi rumahnya cukup mudah dicari. Kalau kebetulan teman-teman lewat Purworjo bisa mampir ke rumahnya Memet. Ancer-ancernya adalah gunung tugel. Hampir semua orang Purworjo tahu lokasi ini, apalagi para kaum hawa yang ada ‘belang’ di hidungnya. Dari gunung tugel terus kira-kira 2 – 3 km. Berhenti di SD Kemadu. Rumah Muhamat tepat di belakang SD Kemadu. Kebetulan saat itu Muhamat sedang jaga rumah sendirian. Semua anggota keluarga yang lain sedang pergi ke Badung. Saat ini Muhamat sedang sibut menyelesaikan thesisnya. Selamat deh…, semoga cepat kelar. Jangan ulangi pengalaman waktu S1 dulu.
memet011

***
Masih banyak teman-teman 93 yang ingin aku temui. Di jogja ada Burhanudin, Pak Ketua kita dan Titin 96, sang istri. Ada Ubaidillah dan Rubiani 94 yang menjadi pendampingnya. Trus pingin juga ke temanggung ke rumahnya Aris Maryanto, soalnya dulu aku beberapa kali ke rumahnya di Wonosobo. Kalau masih ada waktu, terus lanjut ke Wonosobo, Edi Swasono. Lanjut terus ke Banjarnegara ke tempatnya Arief dan Gagar. Waktu kuliah dulu aku sering nginap di rumahnya Arief, karena bisa mancing ikan.

Iklan

3 responses to “Bertemu Pamenang, Samsu, dan Pak Warso di Solo. Bagian 2.

  1. waduh…temen-temen sudah pada makmur terbukti dengan berat badanya pada super gembrot… doain aku nyusul tambah berat biar jadi dosen sing keren.

  2. pak is….aku kasih nomor hp pamenang dan pak warso dong….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s