Sebuah Ungkapan Hati Seorang ‘Enik”

“Indahnya kebersamaan justru kadang kita rasakan saat kita tidak bersama dan secuil perhatian akan sangat bermakna”.
 
AKU
 hari ini hatiku begitu resah
kemana kan ku curahkan perasaanku
apakah kepada istriku yang jauh disana
yang sedang sibuk dengan studinya…………..
saat awal ku ditinggalkan, jutru aku merasa mendapat perhtian lebih
walo aku tak pernah bertemu muka, hanya sapa, hanya sms
tapi aku tidak merasa sepi, tidak sendiri
aku rindu sapamu itu sayangku……………”bagaimana kabarmu hari ini A”alhamdulillah ad sehat, hari ini ad kuliah ada ujian,doain ad ya”
dalam hening aku menangis…….aku merenung
salahkah aku jika pengin diperhatiin istriku yang kucinta.
aku tidak mengharap lebih,
hanya to obati kawatir dan rinduku.
benarkah kata orang………………..
kawatir berarti cinta…………
cemburu berarti cinta………….
smoga aku tidak salah sayang……………
aku merasa begitu kwatir, jikalo engkau selalu pergi ……………
maafkan aku ya Allah.yang kadang belum yakin akan kuasa-MU
kadang aku masih merasa kwatir, walo sebenarnya Engkau selalu melindungi hambamu yang shaleh.
ampuni hambamu ya Allah, yang belum sepenuhnya pasrahkan seluruh kejadian kepada-MU.

Wassalamualaikum.

Aku tersenyum sekaligus menitikkan air mata membaca sederetan kata yang teruntai indah dari suamiku. Ternyata sesuatu yang kadang kurasakan begitu sepele atau sederhana mempunyai efek yang begitu nyata buat dia. Seseorang yang telah menjadi pendamping hidupku selama lebih dari 5 tahun dan bersedia menerima segala kelebihan dan kekuranganku, bahkan disaat istrinya harus selalu meninggalkannya, saat di Makassar dulu dan sekarang di sini, negeri Sakura. Aku lupa menyapamu saat aku begitu asik dengan duniaku, keliling Tokyo, Hiroshima, Kyoto, Kobe dan sekitanya. Dan saat ku sadari ………aku lupa menyapamu dalam dua tiga hari ini.

Aku baru menyadari arti pentingnya sebuah perhatian…..
Aku menganggap kebersamaan kami setiap malam melalui skype sudah cukup tuk menunjukkan peehatianku
Aku baru tau, ternyata justru sapaan kecilku via sms setiap pagi justru lebih bermakna
Maafkan aku suamiku…….
Aku berjanji akan menyapamu di setiap pagiku
Menanyakan sarapan pagimu yang tak pernah ada lagi
Bercerita tentang hamparan salju di winter pagiku
Tak lupa ku titipkan doa untukmu dan untuk kita…

Iklan

3 responses to “Sebuah Ungkapan Hati Seorang ‘Enik”

  1. Jauh dari keluarga dan orang-orang yang kita cintai memang cobaan tersendiri. Aku di jogja keluarga di pati. Kadang-kadang kalau malam-malam jadi ingat mereka yang di rumah. Aku kangen dengan anak-anak, Mas Royan dan Dedek Abim. Dengan istriku aku, apalagi, kangen sekali.

    SEUNTAI RINDU
    Malam ini
    Bersama sunyi dan sepi
    Di balik diam termanggu
    Rindu menyapa
    Dengan lembut
    Namun mengena

    Isroi

  2. Waduh, sebetulnya belum pernah merasakan hal ini. But, aku sepertinya bisa merasakan apa yang kalian rasakan ini…untuk teman2ku yang sedang merasakan ini..Selamat menikmati rasa kangen seperti ini dan semoga kalian bisa menjaganya hingga saat yang tak terhingga. Buat enik…siip deh..)

  3. Saya sangat kagum dan salut dengan teman2 semua, yang telah berusaha dengan susah payah menyambung tali silaturahim yang telah terputus sekian lama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s