Alun-alun Purwokerto


Kiriman dari Dwi Esti


tempe medoan

alunalun04

alunalun04

alunalun04

alunalun04

Hendrianto, SSi.

Hendrianto dengan keluarga

***
Ini kabarnya adalah fotonya Hendrianto dan keluarganya. Suer … saya secara pribadi meragukan bahwa ini adalah fotonya Hendriyanto. Coba perhatikan foto Hendriyanto 12 tahun lalu di bawah ini. [isr]
Hendrianto
***

Foto-foto Jaman Ganu dari Samsu

samsu01

Dari kiri ke kanan: Heru, Tony, Samsu, , Juned (Pt), Kuncung, Gagar

samsu01
Dari kiri ke kanan berdiri di depan: Gagar, Arief, Tony, Joko S, Samsu

samsu01
Dari kiri ke kanan (nglemprak di depan):Kuncung, Kang No, , Arief, Heru, Priantoko, Samsu, .

samsu01
Dari kiri ke kanan: (depan) Heru dan Kuncung, (belakang) Tony, Arief, Samsu, Gagar.

samsu01
Dari kiri ke kanan: Heru, Arif, Kang No, Gagar, Samsu

Mencari Hadi Hartono

Berbekal secuil kabar dari Syamsu saya melacak keberadaan Hadi Hartono. Dengan permohonan maaf kepada Syamsu karena saya tidak bisa seketika mencari Hadi, akan tetapi saya harus menyesuaikan dengan jadwal di pesantren. Dan biasanya saya bisa keluar pada hari Rabu saat kewajiban saya di kelas sampai jam 10.00. Itupun sekaligus saya mengurus kewajiban saya untuk membayar pajak motor.

Berbekal alamat yang tertulis dalam buku angkatan yang divisualkan oleh Isroi saya nekad keliling kota Kuningan. Bolak-balik jalan protocol nanya sana nanya sini, tidak ada hasil. Padahal jalan utama di Kuningan cuma satu, yang sekaligus jalur Cirebon – Ciamis.

Bermandikan keringat terus saja kutelusuri mencari dimana Hadi berada. Kalau harus ke kantornya artinya di luar kota Kuningan, kalau nekad nyari pasti juga tidak akan ketemu karena bias dipastikan begitu saya nyampai, kantor Hadi sudah tutup. Akhirnya dengan permohonan maaf lagi kepada Syamsu bahwa Hadi tidak bisa kutemukan.

Dan baru kali ini saya tahu ternyata system penomoran rumah di kota Kuningan begitu semrawutnya. Nomor di bawah sepuluh bisa berdampingan dengan nomor dua puluhan atau bahkan ratusan. Kalau nanya ke orang yang ditanya pun bingung untuk menjelaskan. Akhirnya saya pasrah tidak berusaha mencari lagi.

Takdir memang bukan urusan manusia. Seberapa pun besarnya usaha kita kalau Allah tidak berkehendak, maka tidak tercapai pula apa yang kita inginkan. Sebaliknya tanpa rencana apapun kalau Allah berkehendak maka jadilah. Itulah yang saya yakini pertemuan antara saya dengan Hadi.

Hari Jum’at tanggal 10 April 2009 adalah pertemuan yang tak terduga. Jam 10.00 saya bertiga dari kru majalah Husnul Khotimah datang ke kantor Taman Nasional Gunung Cermai dengan maksud membuat janji untuk mewawancarai pimpinan di sana. Pak Muhtadin nama pimpinan itu bukan sekedar menyepakati untuk janjian tapi justru kami langsung diterima saat itu juga untuk wawancara dengan konsekeuensi mepet dengan waktu shalat Jumat.

Sebelum wawancara selesai, beliau mengajak kami makan siang di kantor. Di sana ada rombongan lain yang saya tidak begitu memperhatikan, karena membentuk lingkaran sendiri-sendiri. Saat acara makan-makan selesai, masing-masing rombongan pamitan dan rombongan Hadi berpamitan dengan Pak Muhtadin. Ketika saya ikut berjabat tangan dengan yang terakhir saya pegang erat dan saya yakin beliau adalah Hadi dan spontan saya sapa: Ini kan Hadi.

Benar-benar Allahlah yang maha merencanakan dan menentukan perpisahan dan pertemuan. Dan saya tak banyak yang bisa obrolkan dengan Hadi karena Hadi lebih tergesa-gesa karena rombongannya sudah sampai di jalan raya. Kalau rombongan saya masih ngobrol bersama Pak Muhtadi.

Dan buat teman-teman mohon maaf saya belum bias cerita apapun tentang Hadi. Semoga kesempatan yang akan dating, saya bias ngobrol lebih lama dan enjoy, bukan juga dalam suasana yang begitu mendadak.

Tulisan ini teristimewa saya peruntukkan bagi teman, tetangga, yang sudah begitu lama tidak berjumpa.

Yuliyanto


Stolen from his facebook account.


yuliyanto

yuliyanto

Antik

Barang Antik alias Warih Sugianti


Stolen from Antik’s facebook account.


Alam & Antik
Masih seperti yang dulu.

antik and her son
Kiye sih..Mas Alam sing ganu apa alam lain ya…, perasaan dulu ‘rewog-rewog’.

Kuncung alias Dhani Armanto


Stolen from kuncung’s facebook account.


kuncung
Foto jaman ganu

kuncung
Naik…naik…ke puncak…gunung…

kuncung
(Sapa sih sing nang jejere rika, kenalin dong!!!)